Audit SMK3 dan Karyawan Baru: Jangan Tunggu Masa Percobaan

Karyawan baru sering kali dianggap belum perlu dilibatkan secara aktif dalam program audit dan pelatihan K3, terutama selama masa percobaan. Namun, faktanya, karyawan baru justru memiliki risiko kecelakaan kerja yang lebih tinggi dibandingkan karyawan lama. Oleh karena itu, keterlibatan mereka dalam proses audit SMK3 sejak hari pertama kerja adalah langkah preventif yang sangat penting.

Mengapa Karyawan Baru Lebih Rentan?

  1. Minim pengalaman dan pengetahuan tentang bahaya kerja.

  2. Belum familiar dengan SOP dan budaya kerja perusahaan.

  3. Ragu bertanya atau menyampaikan keluhan karena status percobaan.

Peran Audit SMK3 terhadap Karyawan Baru

  • Menilai efektivitas proses induksi dan orientasi K3.

  • Mendeteksi apakah karyawan baru sudah diberi akses pelatihan dasar K3.

  • Mengidentifikasi risiko-risiko baru yang muncul akibat aktivitas pemula.

Langkah Strategis

  • Wajibkan pelatihan K3 sebelum karyawan bekerja secara penuh.

  • Masukkan feedback karyawan baru ke dalam sistem audit SMK3.

  • Lakukan pengawasan dan mentoring intensif 1–3 bulan pertama.

Kesimpulan

Audit SMK3 bukan hanya alat formalitas manajemen, tetapi juga sistem proteksi nyata. Karyawan baru harus dilibatkan sejak awal untuk menekan potensi kecelakaan dan membentuk budaya kerja aman secara menyeluruh.

Referensi:

  •  
Scroll to Top