Peran Bimbingan Sistem Informasi dalam Meningkatkan Literasi Digital UMKM

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Namun, banyak pelaku UMKM yang masih belum memanfaatkan teknologi informasi secara optimal dalam mengelola bisnisnya. Rendahnya literasi digital menjadi tantangan utama. Di sinilah Bimbingan Sistem Informasi (BSI) memiliki peran penting untuk menjembatani kesenjangan digital tersebut.

 

Pentingnya Literasi Digital bagi UMKM

Literasi digital bukan hanya tentang menggunakan media sosial atau aplikasi kasir. Ini mencakup pemahaman terhadap sistem keuangan digital, manajemen data pelanggan, pemasaran berbasis data, hingga perlindungan keamanan data.

Tanpa pemahaman ini, UMKM bisa tertinggal dalam persaingan, sulit berkembang, bahkan rawan terkena ancaman siber.

Peran Bimbingan Sistem Informasi

Bimbingan Sistem Informasi membantu UMKM dalam hal:

  • Pemilihan sistem aplikasi bisnis yang sesuai dengan skala usaha.

  • Pengenalan dashboard manajemen sederhana (seperti Point of Sales, CRM).

  • Pelatihan pengelolaan data pelanggan secara terstruktur.

  • Keamanan siber dasar untuk melindungi akun dan transaksi.

  • Pemanfaatan cloud untuk pencatatan dan laporan real-time.

Studi Kasus

Program kolaborasi antara Dinas Koperasi dan BSI di Jawa Barat berhasil melatih lebih dari 500 UMKM. Hasilnya, 60% peserta melaporkan peningkatan efisiensi pencatatan keuangan dan 35% berhasil memperluas pasar lewat promosi digital terarah.

 Referensi:

Kesimpulan

Bimbingan Sistem Informasi menjadi katalisator penting dalam mendorong UMKM naik kelas secara digital. Dengan pembinaan yang tepat, pelaku usaha kecil dapat bersaing di era digital secara efisien, aman, dan terukur.

Scroll to Top